Tampilkan postingan dengan label kegemukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegemukan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Maret 2014

Lima Penyakit Yang Di Picu Oleh Obesitas

Kegemukan atau obesitas semakin banyak dialami oleh masyarakat kita karena pola makan yang terlalu banyak kalori dan aktivitas tubuh yang berkurang. Obesitas tidak saja menganggu penampilan tetapi juga menjadi biang keladi /faktor resiko beberapa penyakit yang tergolong berat. Berikut ini adalah lima penyakit yang bisa dipicu oleh kegemukan.

Kanker

Rokok merupakan penyebab utama munculnya kanker. Namun, obesitas dan aktivitas fisik yang rendah juga turut meningkatkan risiko terkena kanker. Apalagi kanker merupakan penyakit akibat gaya hidup dan pola makan tidak sehat.

“Kegemukan menjadi faktor utama terjadinya kanker usus dan payudara pada wanita usia menopause,” ujar Kathy Chapman, nutritionist dari The Cancer Council NSW yang dilansir Fitness.

Gerakan olahraga mampu menstimulasi fungsi jaringan otot, termasuk usus. Ini menstimulus gerak peristaltik pada usus sehingga sel jahat di usus tidak bersentuhan atau menempel lama di dinding usus yang akhirnya menyebabkan kanker.

Hormon yang diproduksi saat Anda berolahraga (endorphin dan testosteron) selain ampuh mengikis lemak, ternyata bisa menekan hormon yang mempercepat tumbuhnya kanker. Pada wanita peningkatan hormone testosteron bisa mengendalikan hormone estrogen yang banyak dimiliki perempuan. Estrogen yang berlebih amat sensitif memicu sel kanker.

Diabetes

Penderita obesitas memiliki kemungkinkan 4 kali lebih besar terkena diabetes ketimbang yang bertubuh ideal. Kebiasaan makan berlebih dan tidak sehat yang berujung pada kegenukan mendorong adanya penolakan insulin pada tubuh hingga memicu datangnya penyakit diabetes tipe 2.

“Obesitas akibat makan berlebih membuat insulin tidak bekerja dengan baik dan melonjakkan kadar gula darah di dalam tubuh. Dampak buruknya, terjadilah diabetes,” ujar Dr.Ngai Wah Cheung, dari Sydney Medical School, Australia.

Penyakit Kardiovaskular

Kegemukan telah lama menjadi penyebab utama risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan pada area kardiovaskular seperti penyumbatan pembuluh darah. Pemilik “tubuh subur” juga berisiko lebih besar mengalami tekanan darah tinggi. Kecenderungan angka diabetes yang meningkat akibat obesitas makin mengakibatkan masalah besar pada risiko kesehatan masyarakat.

“Penelitian kami membuktikan bahwa 70 persen penderita diabetes umumnya meninggal akibat penyakit kardiovaskular yang disebabkan kelebihan berat badan, bukan dari penyakit utamanya diabetes,” tambah Dr. Lyn Roberts, pimpinan Heart Foundation, Australia.

Kesuburan

“Wanita bertubuh gemuk ternyata juga mengalami kesulitan untuk hamil,” ujar Profesor Rob Norman, Fertility Specialist, University of Adelaide, Australia.

“Wanita yang memiliki bentuk tubuh apel, memiliki bobot ekstra di bagian tengah tubuh. Biasanya mereka punya tingkat insulin dan testosterone yang lebih tinggi. Jika ditambah obesitas maka bisa dipastikan akan makin mempengaruhi kesuburannya. Begitu pula jika mereka over exercise, hormon juga menjadi tak stabil. Ini karena hormon testosteron bertambah mengurangi kerja hormon estrogen. Ini dapat memicu sakit jantung dan osteoporosis,” urai Rob.

Selain itu kegemukan pada pria bisa menekan fungsi testis hingga berakibat pada level kesuburannya. Ayo, cek body mass index (BMI) Anda dan si dia untuk mengetahui bentuk dan berat tubuh ideal agar bisa menjadi pasangan subur tanpa masalah.

Gangguan Sendi

Setiap ekstra lemak yang ditimbun di tubuh akan menambah tekanan pada pesendian Anda, tiga kali lipat ketimbang bobot tubuh. Selain itu Dr.Julien de Jager, rheumatologistmenambahkan fakta berikut ini.

“Bukan hanya persendian penahan tubuh seperti kaki, lutut, dan pinggang yang terkena dampaknya, tapi juga persendian di tangan dan jari.”

Dampak tubuh tambun juga akan memicu munculnya nyeri di tulang belakang atau punggung. Selain itu, otot bekerja ekstra keras karena harus menahan berat tambahan.

Ayo, segera pangkas lemak dan turunkan bobot tubuh Anda!

sumber

Kamis, 16 Februari 2012

Rahasia Langsing Tanpa Diet

Pernahkan Anda terjebak kedalam siklus : mengikuti pola diet ketat untuk menurunkan berat badan dan kemudian kembali lagi ke pola makan sebelumnya?, Dan ternyata berat badan Anda belum turun atau belum ideal ?, Yang Anda dapatkan adalah hanya perasaan frustasi dan depresi!!!!

Menurut pakar nutrisi Ellie Zografakis, RD, dan Dale Huff, RD, CSCS, dari St. Louis, ada strategi yang lebih baik untuk mencapai berat badan ideal (langsing) tanpa harus melakukan diet ketat dan Anda terhindar dari perasan frustasi dan depresi. Strategi langsing tanpa diet yang ditawarkan oleh kedua ahli diatas adalah dengan merubah gaya hidup, berikut adalah uraiannya:


1. Berhenti diet. Bagaimana mungkin bisa menurunkan berat badan tanpa diet? Mengurangi 500 kalori sehari selama satu minggu bisa menurunkan berat badan sebanyak 1/2 kg. Sebagian besar orang bisa mendapatkan hasil yang sama dengan pengurangan 500 kalori ini dengan cara olahraga dan sedikit mengubah asupan makanan. Dengan metode ini, Anda bisa terhindar dari efek negatif diet yang terlalu ketat.


2. Kenali gejala fisik.Tanda-tanda internal seperti perut bunyi, sakit kepala ringan, kelelahan, mudah marah serta penurunan konsentrasi merupakan pertanda kalau Anda memerlukan asupan energi untuk mempertahankan berat badan alami Anda. Dengan mengenali isyarat ini dan terhubung dengan sinyal fisik dari rasa lapar dan kenyang, Anda akan lebih mampu dalam mengatur asupan makanan dan terhindar dari makan berlebih.


3. Gunakan skala untuk mengukur tingkat lapar Anda. Dengan menggunakan skala ini, Anda akan lebih peka terhadap sinyal rasa lapar dan kenyang dari dalam tubuh. Gunakan 0 untuk menunjukkan tingkat lapar yang ekstrim dan 10 sebagai sinyal menyatakan tingkat kekenyangan yang ekstrim. Dengan menerapkan skala ini di pikiran, mulailah membaca sinyal dari badan Anda. Target Anda sebaiknya berada pada rentang angka 3 dan 8. Jika membiarkan sampai 0, Anda akan makan terlalu banyak dan terlalu cepat, padahal otak memerlukan waktu 15-20 menit untuk menangkap pesan kalau tubuh sudah kenyang. Sebaiknya mulailah makan saat lapar berada pada skala 3 dan berhentilah pada skala 7 atau 8, saat Anda mulai merasa kenyang dan puas.

4. Bedakan lapar emosi dengan lapar fisik. Lapar fisik merupakan proses lapar yang muncul setiap 3-4 jam sekali. Jika tidak mendengarkan sinyal lapar tersebut, rasa lapar akan memudar dan tubuh mulai melambat untuk menghemat energi. Sedang lapar karena emosi terjadi saat Anda melampiaskan kesedihan, kegembiraan, kecemasan atau kebosanan Anda pada makanan. Memahami kapan Anda memuaskan emosi dengan makanan bisa membantu Anda menemukan cara yang lebih tepat dalam menangani kebutuhan-kebutuhan Anda.


5. Netralkan makanan. Tidak ada makanan yang bagus dan makanan yang buruk. Semua makanan baik jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Menghindari satu makanan tertentu akan membuat Anda semakin ingin mengonsumsi makanan tersebut. Jika Anda selalu kesulitan mengontrol porsi makanan tertentu, cobalah dengan strategi lain, misalnya dengan mengukur satu takar keripik kentang kemudian langsung mengembalikan kantung besarnya ke tempat penyimpanan makanan.

Selain metode di atas, ada cara yang sangat mudah lainnya untuk mencapai berat badan ideal yaitu Minum Air Putih . Para ilmuwan telah melaporkan bahwa dengan meminum satu sampai dua gelas air putih sebelum makan dapat menyebabkan penurunan berat badan.


"Dalam penelitian terbaru, kami menemukan bahwa selama 12 minggu, pelaku diet yang minum air sebelum makan, tiga kali per hari, turun sekitar 5 kilogram lebih banyak dibanding pelaku diet yang tidak meningkatkan asupan air mereka," kata Brenda Davy dari Virginia Tech di Blacksburg, yang dikutip dari The Times of India.


Kesimpulan dalam penelitian tersebut berasal dari rasa penuh dalam perut yang pada akhirnya mensugestikan pikiran untuk tidak melanjutkan makan dengan porsi yang melimpah. Karena air putih yang diminum sebelum makan mengisi perut dengan zat yang memiliki nol kalori. Untuk melengkapinya, para peneliti menyarankan agar para perempuan mengkonsumsi air putih sebanyak 8-9 gelas perhari, sedangkan 13 gelas untuk laki-laki

Mulai sekarang Anda dapat menurunkan berat badan tanpa harus diet ketat dan terhindar dari rasa depresi serta frustasi…selamat mencoba

Plastik Memicu Kegemukan (Obesitas) dan Diabetes


Kasus obesitas saat ini semakin tinggi hampir di semua negara, termasuk Indonesia. Meningkatnya konsumsi makanan cepat saji sering dijadikan kambing hitam meningkatnya kasus obesitas. Namun tahukah Anda ternyata ada penyebab lain dari obesitas yang selalu akrab dengan kehidupan Kita, yaitu Plastik.

Dalam plastik, didapatkan senyawa kimia bisphenol A atau dikenal dengan BPA yang diperkirakan bisa masuk ke dalam tubuh dan mengacaukan sistem hormon, yang akhirnya menyebabkan kegemukan dan diabetes.

Cara plastik menyebabkan kegemukan dan Diabetes.
Sebuah laporan penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia bisphenol A (BPA) yang terdapat dalam plastik bisa 'menipu' tubuh sehingga tubuh memproduksi lebih banyak lemak, selain itu senyawa BPA juga meningkatkan sekresi insulin tubuh. Jika terlalu banyak insulin yang disekresikan dalam tubuh maka dalam waktu lama tubuh akan kebal (resisten) terhadap insulin dan akan menyebabkan terjadinya kegemukan dan diabetes tipe 2.

Penelitiannya terbaru menemukan bahwa BPA mempengaruhi pankreas (organ yang memproduksi insulin). Sejumlah kecil bahan kimia BPA dapat memicu pelepasan hampir dua kali lipat insulin dari sebenarnya dibutuhkan untuk memecah makanan.

Penelitian ini membuat Kita harus lebih hati-hati dalam menggunakan alat-alat yang berbahan plastik, jika tidak ingin menjadi gemuk dan akhirnya menderita diabetes.


(dailymail)

Rabu, 27 April 2011

Olah Raga Untuk Orang Gemuk (obesitas)

Olahraga adalah salah satu cara penting untuk mengatasi masalah obesitas. Mencapai berat badan yang ideal adalah sesuatu yang sangat penting bagi kesehatan, karena jika terlalu gemuk akan meningkatkan resiko lebih besar menderita berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan stroke), hipertensi, diabetes.

Walaupun olahraga sangat penting bagi orang yang obesitas untuk menurunkan berat badan, tetapi perlu diketahui bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami cedera saat melakukan berolahraga. Karena alasan tersebut maka orang gemuk harus bisa memilih olahraga yang memberikan manfaat tanpa memberikan resiko cidera.

Secara umum orang yang obesitas harus menghindari olah raga yang terlalu keras atau memaksa karena akan menyebabkan kesulitan bernafas dan harus dihindari olahraga yang membrikan tekanan pada sendi yang terlalu besar.

Menurut Helium, ada beberapa olahraga yang cocok untuk dilakukan oleh orang gemuk, antara lai :

1. Jalan kaki
Olahraga sederhana ini bisa dilakukan dimana saja. Mulailah dengan jarak pendek dan lakukan secara rutin setiap hari. Setelah 1-2 minggu, tambahkan jarak tempuh dan secara bertahap kemudian tambahlah jarak tempuh dan durasi (lama) berolahraga.

2. Melatih otot
Salah satu contohnya adalah melakukan latihan otot perut, berbaringlah di lantai dengan lutut ditekuk dan kaki menempel dilantai, dan kemudian dengan menggunakan otot perut Anda angkatlah dada, leher dan kepala. Mulailah dengan melakukan sebanyak 10 kali, kemudian secara bertahap porsinya ditambah.

3. Renang
Latihan ini sangat dianjurkan karena memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami cidera dan tidak memberikan tekanan yang berlebihan. Anda bisa memulai berenang seminggu sekali.

4. Bersepeda
Latihan ini adalah pilihan yang baik bagi orang-orang obesitas dan dapat membakar banyak kalori dalam tubuh.

Kunci utama bagi orang-orang dengan kelebihan berat badan (obesitas) dalam berolahraga adalah tidak terlalu memaksa dalam melakukan olahraga agar terhindar dari cidera. Mendapatkan kesehatan dan stamina yang lebih baik adalah sebuah perjalanan, oleh karenanya harus dilakukan secara bertahap dan berkesimnambungan (kontinyu).